My own tower of knowledge… AKA my nightstand.

Starter dough mempunyai peranan besar dalam proses pembuatan roti, khususnya Sourdough bread. Sourdough bread memang jarang ditemui di Indonesia, umumnya sering ditemui di negara-negara Barat seperti Eropa dan Australia. Roti ini teksturnya kasar, berat dan agak asam rasanya. Rasa asam ini didapat dari penggunaan ragi yang sudah dibuat menjadi satu adonan terlebih dahulu, biasa disebut starter dough. Starter dough terbuat dari tepung, air dan ragi yang lalu didiamkan selama beberapa hari hingga berfermentasi terlebih dahulu. Setelah menunggu beberapa hari, starter dough ini lantas dicampur dengan bahan-bahan lainnya hingga akhirnya dipanggang menjadi sourdough. Tapi, keseluruhan adonan sourdough itu tidak semuanya dipanggang, melainkan selalu disisakan kira-kira satu baskom. Nah, sisa adonan itu akan disimpan untuk digunakan sebagai starter dough di proses pembuatan sourdough berikutnya at the next day. Intinya, starter dough itu selalu disisakan untuk dibawa dan dilibatkan di proses-proses baking selanjutnya, bisa untuk besok sampai beberapa tahun ke depan.
Now, I think you can start to read my hint here. What i mean with ‘Starter Dough Guy’ is the guy from your past that you always carry with you, just like a starter dough. Bentuknya bisa berupa mantan pacar, mantan gebetan atau TTM yang nggak jelas. Intinya: cowok yang teramat kamu sayang dan nggak bisa kamu lupakan tetapi kalian tidak terikat di suatu relationship. Dan yang jadi masalah disini adalah kamu masih membawa cowok itu di hatimu dan otomatis hal itu mempengaruhi calon relationship yang berprospek nantinya di masa depan.

Now let me break it down to you, how do you know that you still have the starter dough guy in your heart:
1. Kamu single, tapi kalau ditanya orang apa status relationship-mu, kamu menjawab “it’s complicated” atau “I’m emotionally unavailable”
2. You met this new amazing, almost perfect guy. Tapi kamu selalu membandingkan cowok itu dengan satu cowok dari masa lalu kamu.
3. Tiap kali teman-temanmu mau menjodohkan atau ngenalin kamu ke cowok lain, kamu selalu memberi puluhan alasan buat menolaknya.
4. The last text or BBM that you sent in your phone is for THAT guy, the starter dough guy.
5. You still have feelings for the starter dough guy. And please, STOP denying it.
Oke, bersahabat dengan mantan pacar atau mantan gebetan atau mantan TTM, nggak termasuk dalam topik kita di sini ya. Feeling buat sahabat itu nggak sama seperti feeling buat pacar. Dan yang jelas, your feelings for your friends shouldn’t hold you back into having a new relationship.
Honestly menurutku, perasaan yang kita punya buat starter dough itu cuma buang-buang waktu aja. Begini ya, he’s the guy. He knows that you like him for sure (since you two had a relationship before, but yet you’re still there hanging around with him after it’s all over). If he really likes you, he would tell you straight away that he wants you back. Bukannya malah digantung nggak jelas begitu. Dan at the end, kita juga yang rugi. Di saat kamu harusnya sudah bisa start a new life, living free and happy as a single girl or even start dating new guys, kamu malah stuck di satu titik dimana kamu masih terbayang-bayang sama the starter dough guy. Trust me, it won’t get you anywhere, girl!
I know probably you would say “it’s easy for you to say!” Well, I tell you one thing, recently I finally got rid of my own starter dough guy. Dan memang butuh waktu yang nggak sebentar buat melupakan dia, tapi pada akhirnya aku berhasil. Rahasianya? The thing with starter dough is : in order to preserve it, you keep feeding it. Dalam dunia culinary, starter dough harus diberi makan setiap harinya agar ragi yang terkandung di dalamnya terus hidup dan berkembang. Demikian juga halnya dengan starter dough guy, you keep feeding him dengan cara terus-terusan keep in touch sama dia. Dengan memberi perhatian konstan ke dia. Dengan memperlakukannya as if he really matters to you.
So now I’m telling you, hey all the girls who stuck with the starter dough guys! STOP FEEDING HIM! Stop berusaha hubungi dia dengan cara apapun, sms, BBM, telepon dan bertemu dia. Stop semuanya! Tapi jika keadaan mengharuskan kalian untuk tetap keep in touch, misalnya untuk masalah bisnis atau kerjaan, perlakukanlah dia hanya dalam konteks bisnis tersebut. I know things will get really hard. You will start to miss him, HE will start to tell you that he misses you. But ladies, stay on your grip! Kalau dia pada akhirnya tetap nggak bisa commit in a relationship with you, just forget about him. Believe me, this kind of guy is not worth the trouble. Masih banyak cowok lain yang lebih baik daripada dia.
At the end, when you finally got rid of the starter dough guy, you will open your heart to all the new possibilities that’s out there. Trust me, it is SO much better than getting stuck with this lame guy who doesn’t have the guts to commit in a relationship but yet still holding you back as if he’s your boyfriend or whatever. Best of luck, ladies! :)

One of my favourite city in the world. Enough said. I must said, Melbourne masuk ke daftar kota yang HARUS dikunjungi. Ini bukan pertama kalinya aku berkunjung ke ibukota Victoria ini. But that’s exactly my point, kota ini nggak ada bosannya untuk dikunjungi.
A city that never forget its history and its root. Instead, Melbourne cleverly combines the old heritage, the present and the future beautifully. Dengan taman-taman kecil yang bertebaran di sudut-sudut kota, ditambah penduduknya yang super ramah dan punya manner, Melbourne would steal your heart straight away.

Yang paling tak kalah penting, Melbourne dijuluki sebagai Australia’s Food Capital. It is such a heaven for chefs and food lovers, like moi! Makanan sudah menjadi bagian dari kebudayaan di sini. Restaurants, cafes, pastry shops and coffee shops are EVERY WHERE! Gang atau alley kecil yang ngumpet di jalan-jalan, disulap menjadi deretan cafe yang unik dan lucu! Dan salah satu hal yang khas Melbourne sekali dan jadi favoritku adalah brunch places.

Brunch : breakfast and lunch, combine together. Don’t get them wrong, it’s not like they’re too lazy to eat so they combine breakfast and lunch. Melbournian DO have breakfast, usually at home. But after breakfast, usually they have another meal before they have their lunch, biasanya sekitar jam 10 pagi. Menu-menu ringan seperti eggs benedict, pancakes, BLT dan aneka pastry adalah contoh menu brunch yang biasa disantap mereka. Brunch places ini biasanya berupa cafe-cafe mungil yang cozy dan pelayanannya sangat amat ramah. You will hate to leave those brunch cafes. Dan brunch di sini, tidak pernah lepas dari satu hal yang unbelievably excellent : Coffee.

Melbournian bisa meminum kopi hingga 3-4 gelas dalam sehari. Sebelum beraktivitas di pagi hari, saat brunch, setelah lunch dan setelah dinner. And believe me, Melbourne has one of the best coffee places in the world. Bukan coffee shop global seperti Starbucks dan Gloria Jeans yah, tapi justru coffee chop kecil di alley yang tak terjamah itu yang biasanya memiliki kopi terenak. My recommendation would be: The Seven Seeds Coffee. Coffee company ini mempunyai 3 coffee shops yang tersebar di Melbourne, yaitu Seven Seeds di Carlton, Brother Baba Budan di Little Bourke CBD, dan De Clieu di Fitzroy. Once you taste these coffee, the other coffee would taste like water.
Another unique thing about Melbourne as the Australia’s Food Capital adalah tidak hanya makanan khas Australia yang bisa ditemui di sini. Makanan Thailand, Jepang, India, Spain, Mexico, Argentina hingga Indonesia sangat mudah ditemui di Melbourne. Dan rasanya tidak kalah enak dengan di negara aslinya. It’s actually a melting pot where all the cultures from many countries got mix really well!

In here, people took food seriously. Melihat seorang chef memasak dan menyiapkan hidangan, you can see his / her passion straight away. It is just amazing. Setiap detail sentuhan yang dia taruh di makanan, terlihat di hasil akhir yang tersaji di meja anda. Dan Melbournian di sini, they enjoy their food hingga suapan terakhir. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyantap makanan sembari mengobrol. Dan jika makanan yang dipesan nggak dihabiskan, it would be such an insult for the chef. Waiter pasti akan bertanya apa ada yang salah dengan makanannya kok sampai nggak dihabiskan, dan mereka nggak ragu untuk memberi free compliment sebagai ganti ketidakpuasan atas makanan sebelumnya itu.
Awesome, eh? So for you people who claim themselves as food lovers, come to Melbourne and have the time of your life! Enjoy Melbourne, one bite at a time!
Macarons. My love and hate relationship with.
(via bakeddd)
Greetings from Melbourne, the food capital!
“And the only way to do great work is to love what you do…”
in the memory of Steve Jobs (February 24, 1955 – October 5, 2011)
A while ago, aku menemukan satu teori dalam relationship yang cukup menarik. Dalam beberapa faktor, teori ini mirip dengan salah satu proses dalam membuat roti, yaitu proses fermentasi. So let’s just call this theory : The Fermentation Theory.
Dalam proses pembuatan roti, ada satu tahap yang bernama tahap fermentasi. Pada tahap ini, adonan yang sudah dicampur dan mengandung ragi, lantas didiamkan selama beberapa saat hingga mengembang. Selama kurun waktu tertentu itu, ragi diberi kesempatan untuk ber-multiply dengan disimpan di ruangan yang memiliki temperatur dan tingkat kelembapan yang tepat. Hingga saatnya nanti adonan tersebut menjadi berlipat-lipat ukurannya dan kemudian siap dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Dipanggang lalu dinikmati.
Back to the relationship related article. Ada satu temanku yang ingin aku kenalin ke cowok yang aku kenal. Jadilah aku ngasih pin blackberry temanku ini ke cowok itu, dengan harapan biar cowok ini sendiri yang nge-add temanku. I believe that both of them are mature enough to figuring things out by them self dan nggak perlu dijodohin terang-terangan kayak anak kecil. Plus bonusnya biar aku nggak terlalu repot juga sih hehe..
Berapa minggu kemudian, bertemulah aku dengan sahabatku ini. Aku pun bertanya gimana perkembangannya dengan cowok itu. Namun ternyata, cowok itu belum menghubungi dia SAMA SEKALI. Nge-add pin bb-nya aja nggak. Okay, now I’m wondering if there’s something wrong with him (or with her?). Jangan-jangan cowok ini sudah dekat dengan cewek lain. Namun, setelah aku nanya langsung ke cowok ini, it turns out that he’s still single and not involve with any kind of relationship with anyone. Dan cowok ini juga masih suka sama temanku.
So what the hell is the problem? APPARENTLY he’s not ready and not looking for anything serious right now. The best part is : he’s actually KEEPING her buat nanti di saat dia ingin benar-benar commit in a serious relationship. Let me tell you, I’ve heard some crazy things about relationship, but nothing prepared me for this. Aku harus bilang kalau aku cukup kaget mendengarnya. Guys really do this kind of thing??
Meski kaget mendengarnya, di lain sisi aku merasa this guy is actually quite sweet. Dia pasti memandang cewek ini sebagai cewek yang cukup ‘tinggi’, sampai dia takut untuk mess everything up with her by starting things in a bad timing. Jadi untuk cari aman, dia simpan cewek ini seperti roti yang sedang dalam proses fermentasi. Didiamkan dulu untuk waktu tertentu dan tidak disentuh sama sekali. Baru setelah waktunya dirasa tepat dan proses fermentasi itu selesai, he would take that bread, bake it and have it. Translation : saat waktunya sudah tiba, dia akan dekati cewek itu, memulai proses PDKT dan akan mengajaknya commit in a relationship.
Agak membuat dilema yah teori ini. Kalau cewek ini jatuh ke tangan orang lain gimana? Tapi in the other hand, relationship yang dimulai di waktu yang tidak tepat juga bisa berakhir bencana. Namun di balik semua resikonya, seorang cowok pasti sudah berpikir matang-matang kalau memilih untuk membiarkan cewek yang dia sukai lepas begitu saja hingga saatnya nanti dia rasa tepat. Cause ONE THING I stand for and I always believe, that at the end, it always come to this : kalau jodoh, nggak lari kemana…. :)

a really cute dessert corner at a wedding! ❤
(Source: bakeddd)
Who doesn’t? :)